Rabu, 18 April 2012

Mengemudi Sambil Makan Lebih Berbahaya



Selama ini orang selalu menganggap bahwa tindakan multitasking paling berbahaya yang dilakukan sambil mengemudi adalah menggunakan ponsel, atau mencuri-curi lihat pada videotron. Menurut laporan, mengalihkan pandangan selama tiga detik saja dari jalanan di depan menuju layar ponsel, sudah akan membuat Anda kehilangan kendali atas kendaraan Anda.

Namun, penelitian baru yang digelar oleh perusahaan asuransi mobil Esure membuktikan adanya dua aktivitas lain yang tak kalah membahayakan ketika dilakukan sambil mengemudi. Tim peneliti dari University of Leeds menemukan bahwa makan atau merokok sambil mengemudi akan meningkatkan risiko lebih besar untuk menabrak ketimbang jika Anda mengonsumsi terlalu banyak alkohol.

Ketika seorang pengendara mencuri waktu untuk makan, reaksinya akan melambat 44 persen daripada biasanya. Sementara tindakan minum sambil mengemudi akan mengurangi respons kita hingga 22 persen. Sebagai perbandingan, riset yang digelar oleh Transport Research Laboratory mendapati bahwa pengendara motor yang asyik mengirim SMS akan membuat reaksinya berkurang hingga 37,4 persen, sementara kondisi mabuk membuat reaksi pengemudi berkurang 12,5 persen.

Menggunakan handsfree untuk berkomunikasi saat memegang kemudi ternyata juga tidak banyak membantu, karena memperlambat reaksi kita hingga 26,5 persen.

"Pengalihan perhatian akibat berbicara di ponsel bisa meningkatkan risiko kecelakaan," ujar Profesor Samantha Jamson dari University of Leeds. "Meskipun begitu, aktivitas lain yang membuat satu tangan terlepas dari kemudi, seperti makan dan minum, juga bisa menyebabkan pengalihan perhatian. Pengemudi biasanya mengalihkan pandangan matanya dari jalanan untuk meraih sesuatu atau membuka bungkus makanan."

Riset dari Esure ini juga mendapati bahwa dua juta pengemudi telah mengalami kecelakaan, atau hampir menabrak kendaraan lain setelah melepas satu tangannya dari kemudi. Di Inggris, makan, minum, dan merokok sambil mengemudi bukan merupakan kegiatan ilegal. Namun pengemudi bisa dikenakan denda atas tuduhan mengemudi dengan ceroboh jika polisi meyakini mereka tidak mampu mengontrol kendaraannya.

0 komentar:

Posting Komentar