Kamis, 29 Maret 2012

Mengapa BBM di Malaysia Tak Naik?



Kuala Lumpur (beritajatim.com) – Kenaikan harga minyak dunia membuat banyak negara kebat-kebit. Indonesia pun mengatasinya dengan menaikkan harga BBM bersubsidi. Sementara Malaysia justru menjamin subsidi BBM tetap jalan.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan, Kerjasama dan Konsumsi Domestik Malaysia, Datuk Seri Islamil Sabri Yaakob. Ia menyatakan pemerintahnya takkan menaikkan harga BBM, meski harga minyak dunia naik, karena ketegangan antarnegara besar dan program nuklir Iran.

“Kami mengerti, rakyat saat ini sedang menghadapi meningkatnya biaya hidup. Tak seharusnya rakyat merasa bebannya bertambah,” papar Ismail Sabri.

Harga minyak Brent masih di atas US$125 per barel pada perdagangan kemarin, menyusul kekhawatiran pasokan karena Barat masih menerapkan sanksi terhadap Iran, salah satu pemasok minyak dunia. Belum lagi masalah politik yang tak kunjung usai di Suriah dan Yaman.

Sepanjang 2012 ini, harga minyak Brent sudah naik 17%, dipicu isu seputar Iran. Banyak yang khawatir akan ada serangan militer ke negara tersebut, yang bisa menyebabkan harga minyak melambung tinggi.

Saat ini, Pemerintah Malaysia menggelontorkan subsidi BBM sebesar 0,93 ringgit atau sekitar Rp2.700 per liter. Revisi terakhir dibuat pada Desember 2011 lalu, agar harga BBM jenis RON 95 yang biasa dipakai, bisa tetap pada 1,90 Ringgit atau sekitar Rp5.700 per liter.

Lembaga penelitian memperkirakan, subsidi minyak pemerintah Malaysia tahun ini bisa membengkak hingga dua kali lipat anggaran 10 miliar ringgit yang dialoakasikan anggaran tahun sebelumnya. Ismail Sabri menyatakan, jika subsidi tak dipertahankan, maka kenaikan harga akan merembet.

“Biaya transportasi naik. Pada akhirnya, konsumen juga yang akan menangungnya,” tutur Ismail Sabri. Ia tahu, saat ini China sudah menaikkan harga BBM. Demikian pula kondisi Indonesia menjelang kenaikan BBM.

Awal bulan ini, China menaikkan harga BBM dengan marjin terbesarnya dalam tiga tahun terakhir karena kenaikan harga minyak global. Kenaikan itu merupakan yang kedua kalinya dalam setahun terakhir. Sementara inflasi China turun dari titik tertingginya dalam tiga tahun terakhir, pada pertengahan 2011 lalu.

Di awal penentuan APBN 2011-2012, Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak sempat menganalogikan subsidi, bak opiom, yakni candu yang sulit dihilangkan, tapi amat penting untuk dilakukan. Banyak kalangan menilai, ia akan menaikkan harga BBM.

Namun secara mengejutkan, pemerintah Malaysia menyatakan takkan menaikkan harga BBM. Najib menyatakan, negara mengalokasikan 11 miliar ringgit atau US$3,6 miliar untuk subsidi di APBN 2011-2012. Kenaikan harga minyak menyebabkan subsidi itu bengkak ke 18 miliar ringgit.

Menurut ekonom senior CLSA Anthony Nafte, anggaran Malaysia saat ini surplus, berarti negara ini bisa menunda lebih lama sebelum harus benar-benar menaikkan harga BBM. “Meski saya memperkirakan biaya subsidi Malaysia ini bisa mencapai 2,3% PDB atau dua kali lipat prediksi pemerintah,” katanya.

Sayangnya, cerita ini berbeda di Indonesia. Surplus pada anggaran Tanah Air amat kecil, sehingga semua bergantung pada pemerintah untuk menutup lubang-lubang defisit. Memang masih kecil, namun jika membesar tentunya akan makin merepotkan.

Indonesia sebenarnya tak kesulitan menarik minat pembeli surat utang, ditopang pertumbuhan ekonomi yang kokoh dan mata uang rupiah yang menguat. Sayangnya, 30% utang negara dipegang oleh asing, amat beresiko jika tiba-tiba sentimen dari investor memburuk.

Nafte meramalkan apa yang terjadi saat ini. Yakni saat beban subsidi diadu beban politik untuk menguranginya. “Indonesia takkan punya dana untuk infrastruktur. Sudah jelas, pemerintahnya bakal terpaksa menaikkan harga minyak,” lanjutnya, berharap rakyat RI tak membawa sakit ini ke pemilu 2014.

Indonesia menganggarkan Rp187,6 triliun (US$21,9 miliar) untuk subsidi BBM atau 15% APBN yang dilansir Oktober lalu dengan asumsi harga minyak US$80 per barel. Saat ini harga minyak sudah melebihi US$100 per barel. Terakhir harga minyak di bawah US$80 per barel adalah awal September 2010. [ast]

Sumber : inilah.com

0 komentar:

Poskan Komentar